Feeds:
Pos
Komentar

Kali ini materi yang disampaikan ust Tengku Azhar LC tak lepas dari sesatnya syiah dengan kitab yang sama, mengungkap tentang penciptaan Fatimah, dan suaminya Imam Ali RA. Beliau narasumber ungkapkan dengan mengutip hadist Jabir RA namun isinya amat janggal. Harus diingat bahwa Jabir Bin Abdullah RA adalah sahabat besar walau saatrisalah Nabi SAW di Madinah beliau termasuk kalangan muda. Ayahnya Abdullah RA gugur saat perang Uhud, tentu sebagai kalangan anak anak yang ayahnya wafat di Uhud, Nabi Muhammad SAW cukup perhatian dengan sahabat ini, dianggap seperti anak sendiri. Dan Jabir Bin Abdullah RA cukup besar riwayatnya dalam hal hadist hadist tentang Haji dan seputarnya. Bagi yang gemar touring, perjalanan, journey silakan lihat riwayat Jabir RA ini. Beliau cukup setia mendampingi Nabi SAW disamping Abdullah Bin Umar RA di shiroh perjalanan Haji. Diantara ideologi Syiah, sejak anak anak ditanamkan bahwa : Abu Bakar RA itu masuk kafir, begitu putrinya Aisyah RA. Inilah yang ada di kalangan mereka. Dalam Islam yang sebenarnya : Abu Bakar RA adalah orang terbaik ke 2 sesudah Nabi Muhammad SAW, sedang Aisyah RA : diantara istri yang dicintai Nabi SAW sepeninggal Khadijah RA. Dengan Aisyah RA itulah banyak ayat ayat turun dan riwayat istri baginda Nabi ini cukup banyak riwayat hadistnya.

 

                  Tulisan Dina Sulaiman

 

Syiah menggunakan nama Jabir RA, namun dengan periwayatan yang isinya ganjil. Apa itu ? yakni seperti yang dibacakan narasumber : intinya jika tak dicipta Fatimah dan Ali makan tak mungkin dicipta Nabi Muhammad SAW. Sebelemnya, Adam AS dan Hawa RA tergelincir di surga dengan sebab yang berbeda dengan Al Quran. Pada kajian ini, penciptaan Muhammad ( Ahmad ) dalam hadist yang dinukil oleh kitab Kaafy ini, tergantung daripada penciptaan ” anak dan menantunya sendiri “. Sesuatu yang janggal tentunya.

Sebelum mengakhiri kajiannya, ust Tengku sempat memberikan contoh website atau blog yang ditulis oleh Dina Sulaiman yang serasa bicara kebinekaan dan menghormati sesama. Namun ust Tengku nyatakan, ini website yang beraroma syiah. Yang suka menipu dan mencaci mustinya ditujukan ke Syiah, namun penulis membelokkan bahwa seolah olah muslimin lah yang tidak toleran dan ditaksirkan dengan membenci sesama manusia, yakni dengan judul ” unlearn ISIS “. isinya sebenarnya cukup meojokkan islam, hanya kemasan bahasanya seolah olah memang moderat. Website itu bisa klik : DISINI

Di akhir telaah, narasumber memberikan video tentang situasi terakhir ISIS yang seolah olah menguasai wilayah Rakkah dan Berza Zuur. namun ada yang aneh setelah ISIS melakukan penguasaan wilayah lalu membunuh juga para mujahidin HTS ( Hizbut Tahriris Syam ) atau Pembebabasan Syam. Sesuatu yang aneh memang selalu meliputi ISIS yang mungkin sampai hari ini juga misteri. Bagaimana mereka dikatakan mujahidin ( pejuang ) sementara mereka juga menghabisi Mujahidin yang berjuang untuk pembebasan Syam yang termasuk Palestina dan sekitarnya. Menutup pengajiannya, beliau narasumber menyampaikan 1 buah hadist tentang kebohongan yang merajalela atau HOAKS ( dalam bahasa arab : Khudaa’ah ) yang sudah diramalkan oleh Nabi Muhammad SAW, yakni : memberikan kepercayaan kepada pendusta serta mendustai pembawa kebenaran. Yang amanah dianggap penghianat, dan penghianat dianggap amanah. Beliau beri contoh Mentri Agama memberikan award kepada MetroTV karena siaran ” pendidikan islam “, hehehehehe. Silakan nilai sendiri dengan MetroTV tentang hal ini dan silakan ikuti rekaman kajian berikut ini, tentu dibantu dengan alat pendengaran sangat membantu.

telaah syiah tengku azhar tentang penghargaan metrotivi

 

 

Seperti biasa telaah Syiah dengan rujukan Al Kafi, dibedah secara continoe atau  rutin  di Masjid Istiqomah Solo dengan pemateri Ustadz Tengku Azhar LC. Mungkin sudah berjalan 2 atau 3 tahun atau malah lebih. Penulis sendiri baru ikuti telaah ini baru 2 bulanan. Dengan 2 bulan ini saja, memang boleh dikatakan kepiawaian kalangan al yahuudu untuk menyesatkan atau menyimpangkan ajaran Islam cukup piawai. Bagaimana tidak, sang narasumber juga membaca kitab asli atau kitab kuning cukup tebal, namun ternyata tak seperti biasa yang ada di Indonesia. Dengan pendengar ( mustami’ ) sekitar 300 an tiap pekan, kajian ini memang memiliki pesona tersendiri khususnya kalangan muda muslim sekaligu untuk berjamaah bersama sholat maghrib dan isya’. Penulis hanya menyampaikan point point penting saja, selanjutnya silakan mendengar telaahnya langsung dengan audio yang masih original. Malam ini beberapa point yang kita catat sebagai berikut :

                rujukan syiah : Al Kaafiy

  1. Para Malaikat yang membawa Arsy Tuhan mereka, dan memintakan ampun kepada Tuhan mereka serta wilayah mereka atau  biwilaayatihim. Biwilaayatihim, jelas merujuk kepada imamiyah yang diyakini oleh Syiah adalah imam imam yang ditunggu atau biasa disebut Imam Muntadzor. Tentu tambahan ” biwilaaytihim ” adalah bid’ah ( mengada ada ) yang tidak ada dalam mushaf saat ini. Dan itu bukan masalah cabang lagi, namun sudah menambah nambahi dalam Al Quran yang sudah given ( apa adanya saat ini ).
  2. Disamping itu, materi malam ini ada extra prinsip yang jelas jelas bathilnya adalah : Jika tak ada imamiyah ( imam 12 ), maka tak kan ada penciptaan langit dan bumi serta alam semesta semuanya.
  3. Penciptaan malaikat tak ada sebelum diciptanya arwah arwah imamiyah dan ahlul bait yang terdiri 5 personil/ insan yang mulia yang terdiri dari : Rosululloh, Imam Ali, Fatimah, Hasan bin Ali, dan Husein bin Al.
  4. Tergelincirnya Adam AS, menurut Syiah bukan karena buah khuldi akan tetapi karena kedengkian/ kesombongan tak mau tawadhu’ dengan para ahlul bait, yang lebih extra melenceng lagi bahwa selamatnya umat/ kaum Nabi Nuh AS bukan karena pertolongan Alloh SWT via perahu yang telah dibuatnya. Akan tetapi karena umat yang selamat itu meyakini ” adanya imamiyah “
  5. Sebagaimana biasa, sebelum kajian syiah berakhir untuk sessi malam ini : Selasa tanggal 21 November 2017 atau 2 Robiul Awwal 1439 H narasumber selalu menyisipkan perjuangan terakhir berupa video singkat keadaan saudara saudara muslim di Syam, yakni Mujahidin Turkistan insya Alloh akan kembalikan wilayah wilayah yang dikuasai komunis China. Untuk selengkapnya, silakan simak audio yang ada dibawah ini.

telaah syiah tentang malaikat yang rancu by ust tengku azhar LC

 

Proses recording hanya menggunakan android sederhana A53C Evercoss, kemungkinan bila kurang jelas lebih baik dengan tools yang familier seperti : earphone atau speaker active agar bisa disetting audio equalizernya. Posisi speaker masjid agak jauh, namun karena narasmber yang asli bumi rencong ini suaranya cukup keras, alhamdulillah masih bisa tertangkap oleh HP yang sederhana sekalipun. Data record dalam format *.amr file, selanjutnya konversi ke *.mp3 yang tentu sedikit menambah bytes nya, namun inilah yang diminta audio software apapun. Silakan para kanjeng pembaca yang budiman konversi atau edit lagi agar menghasilkan suara yang lebih jernih.

Baarokallaahu Fiikum Wa Antum Bikhoiir

Tak ada copy paste yang baik kecuali mencatat langsung apa yang didengar ataupun  dilihat atau disaksikan saat itu juga.  Yang dicatat meskipun acak atau tidak teratur tetap saja memberikan data yang baik, sebab asli dari pengamatan. dan kami curhkan dalam  Siasat Sederhana Itu Mencatat, adapaun perkara nanti masih ada olehan dengan uji atau anaisa awal, adalah persoalan lain dan diluar keaslian sebuah perolehan ( data ). Ada sebuah riwayat yang menjadikan ide untuk menulis dalam rangka melestarikan telaah/ kajian Sahih Bukhory yakni tentang mencatat atau menulis. Bagaimana Al Quran atau Al hadist sampai kepada generasi kapan pun bila tak ada tradisi mencatat ?. Diturunkan tulisan singkat ini dengan tema Siasat Sederhana Itu Mencatat.

Hadist 3060 Bukhory Ttg Pencatatan 

 

Berkata Imam Bukhory, Telah menceritakan kami ( Bukhory )  Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kami Sofyan, dari A’masy dari Abi Wail dari sahabat Khuzaifah RA telah mengatakan, berkata Nabi Muhammad SAW : Catatlah untukku mereka ( warga Madinah ) yang telah masuk islam. Kami ( khuzaifah RA ) telah mencatat sekitar 1500 personil dan kami diliputi ketakutan ( efek perang Ahzab ) meski jumlah sebanyak ini. Hingga didapati seorang saja takut meski dalam keadaan sholat.

Dari jaur lain tetap bersumber dari A’masy, yakni khabar yg dibawa dari Abdan dari Abi Hamzah : jumlah kami sekitar 1600 hingga 1700 personil.

Khuzaifah RA yang sering dikenal dengan Khuzaifah Al Yamani ( dari Yaman ) memang dikenal dekat dengan Nabi Muhammad SAW untuk urusan yang agak screet ( rahasia ), sehingga pendataan/ pencatatan seluruh personil yang ada saat itu menjadi perhatian Nabi SAW. Meskipun ada sumber lain yakni sekitar 1600 – 1700 personil yang sudah memeluk Islam, kekhawatiran nabi SAW memang amat beralasan karena sebagai insan biasa menghadapi koalisi Quraisy Makkah,  Yahudi Madinah dan Bani Ghotofan. Kalkulasi yang disebutkan sumber    INI    jumlah dari koalisi ini mencapai lebih kuang 10.000 pasukan. Keadaan yang amat genting itu, meskipun nantinya pasukan Muslim mendapat pertolongan berupa angin kencang yang membuat poranda pasukan musrik kolaisi itu, secara hakikat tetap membuat ketakutan tersendiri di kalangan muslimin. Bahkan Jhuzaifah RA menceritakan, rasa minder atau takut yang akut sempat melanda seluruh umat islam, manakala saat sholat sendirian, seperti matan / lafadz hadist diatas.

 

 

Pelajaran yang bisa dipetik, meski dalam keadaan damai atau aman 86, pencatatan apapun tetap dilakukan mengenai kepentingan apa yang diperlukan. Umumnya memang pemberi mandat akan memilih kalangan yang begitu dekat dan begitu nyata kedekatannya dengan yang meiliki ide pencatatan. Bilamana ada ada catatan penting yang diperlukan ( di hadist diatas jika ada korban yang wafat/ tewas ), maka dengan mudah Nabi SAW bisa mengecek via laporan yang diberi mandat ( perintah ).

Hikmah : Banyak kalangan entah sengaja atau tidak, sering didapati punya catatan khusus yang amat prinsip/ vital namun di lapangan justru menyembunyikan dengan pelbagai keperluan/ kepentingan. Ini adalah urusan kejujuran antara 2 pihak ( pemberi dengan pelaksana ), akan tetapi metode pencatatan apapun, adalah diantara shiroh/ uswah yang amat sangat diajarkan oleh Islam melalui utusan utama nya : N Buhammad SAW.

 

Allohu A’lam

 

 

 

Berharap dengan tulisan ini bisa menjadi semacam bekal atau bahan muhasabah, mengingat situasi akhir akhir ini secara syariat relatif tenang. Akan tetapi lihat medsos atao sebaran WA, nampaknya jadi tanya secara hakikat. Wahhh, kembali lagi nih ke bahasan syariat & hakikat.  Sebuah hadist sahih dalam Kitab Jihad himpunan dari Sahih Bukhory dengan cukup panjangnya Imam Bukhory merealisasikannya dalam sebuah kitab sahih, dan 1 Bab dengan 1 Hadist saja yakni : Seseorang Minta Ditawan Atau Tidak Mau Ditawan Serta Sholat 2 Rekaat Sebelum Dieksekusi. Adapaun Nomor Hadistnya 3045 dan cukup panjang kisahnya, termasuk mengingatkan kejadian usai Perang Badar dimana jalur riwayatnya dari Abu Hurairoh RA, katanya :

Telah mengutus Rosululloh SAW 10 personil ( disebut juga 1 kelompok ) yang tegabung dalam SARIYAH ( pasukan yang Nabi SAW tidak ikut ), dan tugas mereka menjadi mata mata serta memerintahkan ‘Ashim Bin Tsabit Al Anshory RA.  Mereka ( Sariyah tsb ) bertolak menuju Hada’ah yakni antara Usfan dan Makkah yakni kawasan Bani Lihyan. Lalu Bani lihyan mengiim 200 pesonil untuk mengintai mereka ( sariyah tsb ) sambil menyusuri jejak jejak Sariyah tsb, hingga suatu ketika Bani Lihyan mendapati sisa sisa makanan berupa kurma kering dari Madinah. Bani Lihyan itu mengatakan ” ini kurma Madinah “. Tatkala rombongan Bani Lihyan mendapati ‘Ashim dan kawan kawannya ( 10 orang utusan Nabi SAW ), maka SARIYAH itu berlindung ke tempat yang tinggi serta mengepung ke-10 sahabat sahabat Nabi SAW ini.

Setelah pengepungan, berkata Bani Lihyan : turunlah kalian dan serahkan diri kaliyan dan buat kalian ada “ janji dan perjanjian “. Lalu ‘Ashym Bin Tsabit menjawab : Adapun saya , Demi Alloh saya tak akan turun dengan lindungan kaum kuffar, dan khabarkanlah tentang SARIYAH kami kepada Nabi Mu ya Alloh, lalu bani Lihyan menembak ( dengan panah ) ke rombongan SARIYAH dan kenalah 7 orang sahabat langsung tewas di tempat yang tinggi tersebut termasuk pimpinan rombongan ( ‘Ashym Bin tsabit RA yang masih ada hubungan kakek dengan sahabat Umar RA ), dan sisalah 3 oarang yakni Khubaib RA, Ibnu dainah RA dan seorang lagi tak disebut oleh Abu Hurairoh RA.

Setelah ke-3 orang yang tersisa tsb turun dan setuju untuk adakan janji dan perjanjian, ternyata dari 3 orang sahabat itu orang yak tak  disebut Aburairoh RA “ mogok ” yakni tak mau dijadikan tawanan. Mogoknya itu karena ada yang menyalahi janji, yakni Bani Lihyan mengikat mereka dengan tali busur. Org ke-3 ini sambil berteriak : waah kami ditipu, dan inilah pertama kali menyalahi perjanjian perang ( tawanan tak boleh diperlakukan seperti binatang spt diikat, diseret dll ). Lalu orang ke-3 ini karena mogok menjadi tawanan musyrik Makkah, akhirnya diseret dengan ikatan kuat lalu Bani Lihyan berhasil membunuhnya.

Lalu berangkatlah banu Lihyan sebanyak 200 pemanah itu dengan 2 tawanan ( Khubaib RA dan Ibnu Dainah RA ) menuju Makkah dan menjual nya sebagai tawanan, kenudian dibeli oleh Oleh Bani Harist Bin Amir Bin Naufal Bin Abdu Manaf ( masih ada kerabat dengan Nabi SAW ), dan kejadian ini sesudah Badar. Dan Abu Hurairoh RA jelaskan, Khubaib RA adalah pasukan yang berhasil membunuh Harist pada waktu perang Badar. Selanjutnya Khubaib RA tinggal di keluarga waris Harist Bin Amir Bin naufal Bin Abdi Manaf. Abu Hurairah RA lanjutkan kisahnya dari Ubaidilah Bin ‘Iyadh bahwasanya anak perempuan Harist mengkhabari tatkala kluarga Harist sedang berkumpul, Khubaib RA meminjam pisau cukur untuk mencukur ( bulu kemaluannya ), lalu Khubaib RA mengambil anak kecil dari bani Harist, lalu wanita itu katakan : wahh, saya lalai dan kemudian aku ( wanita/ ibu anak ini ) mendapati Khubaib RA mendudukkan anak itu di pangkuannya sedang tangan kanannya memegang pisau cukur, maka aku ( ibu anak itu ) terkejut dengan ketakutan yang sangat dan Khubaib RA tahu akan ketakutan yang sangat itu ( barangkali Khubaib RA akan balas dendam via anak itu ).

Tahu akan keterkejutan ini, Khubaib RA mengakatan ” tidak mungkin aku bunuh anak itu “. Wanita itu lalu katakan, Demi Alloh tidaklah aku mendapati tawanan yang baik hari itu sama sekali kecuali pada diri tawanan yang bernama Khubaib. Dan Demi Alloh, aku ( wanita ini ) pernah mendapati Khubaib RA makan buah anggur, sedangkan saat itu belum musimnya buah anggur di Makkah dan memang buah itu tak ada di makkah. Pasti ini rizqi dari Alloh SWT, dan bahwasanya ia ( khubaib ) saat itu dalam keadaan diborgol dengan besi.

Selanjutnya penduduk / Bani Harist Makkah akan mengeksekusi Khubaib RA dan membawanya keluar dari tanah Harom ( Suci ), lalu sebelum dibunuh Khubaib RA minta untuk dibiarkan sholat 2 rokaat, dan bani harist mengijinkannya lalu berkata Khubaib RA ” sekiranya kaliyan wahai penduduk makkah tidak menyangka bahwa tak ada di sisiku keluh kesah ” maka akan aku panjangkan sholat 2 rekaatku, dan ia Khubaib RA berdoa : Allohumma, Ya Alloh ” hitunglah jumlah mereka ” seraya BERMUNAJAT :

 

Lafadz Munajat Khubaib RA

  • Tidak Peduli Tatkala Aku Terbunuh Dalam Keadaan Islam
  • Disisi mana saja aku tersungkur Adalah Hanya Lillahi Maha A’lam ( maha tahu )
  • Dan demikianlah Dalam Dzatnya Alloh yang Dia Kehendaki 
  • Semoga Diberkahi sendi2 mana yang terkoyak ataupun dipotongi

Sesudah lantunan Munajat itu, terbunuhlah Khubaib RA dan ia yang mensunatkan sholat 2 rekaat kepada tiap muslim yang dibunuh begitu saja, lalu Alloh mengijabahi doa Ashym bin Tsabit RA, dan Nabi SAW mengkhabari tentang kematian pimpinan Sariyah tersebut. Dan Nabi SAW meneruskan kisahnya, orang orang kufar Makkah mengirim utusan untuk ( balas dendam ) dengan cara akan memotong motong jenazah Ashym Bin Tsabit RA untuk dibawa ke Makkah dengan potongan tubuh apapun ( sebagai bukti ) bahwa pembunuh Harist ini telah tewas di tangannya. Karena Ashym RA telah membunuh pembesar pembesar musrik makkah pada saat Perang badar.

Kemudian Alloh SWT mengirim mega/ awan di atas jenazah Ashym RA berupa kumpulan tawon ( sebesar mega/ awan ), sehingga melindungi tawon tawon ini terhadap jenazah Ashym RA yang akan dipotong potong serta  membuat takut warga musrik Makkah. Akhirnya mereka tak berhasil memotong motong jenazah Ashym RA apalagi membawa jenazahnya ke Makkah.

 

Wallohu A’lam

 

 

 

 

 

 

Pengajian malam kamis di forum ust Arismunandar DDI  ( Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ) di Solo, beliau yang aktivis mantan peuang afganistan menyatakan : Aksi HRS kategori Bisa, yakni masuk kategiri Hijrah. Karena beberapa keadaan mengisyaratkan apabila tidak hijrah atau pindah, banyak madhorot atau musibah bila tetap berada di sini. Tentu jawaban ini bukan sembaranga dari insan yang pernah terjun di medan jihad dalam arti sebenarnya serta sekarang mengemban tugas di DDI yang telah dirintis alm. Dr HM Nasir sekaligus pendiri partai Masyumi. Partai yang saat itu terkenal kritis terhadap kebijakan presiden pertama RI. Momentum Hijrah kali ini di kota Solo cukup menarik ditandai : banyaknya kajian Islam semalam suntuk ( masjid Al Abror Gumuk ), masjid Istiqomah yang sudah rutin tiap malam Rabu dan malam Kamis, ditiadakannya arak arakan kebo turunan Kyai Slamet. Iseng iseng dan tanya warga yang akan keluar rayakan malam Suroan : kraton sedang berselisih berat terhadap penguasanya yakni antara Raja Muda dan raja Sepuh. Masing masing memang punya alasan & argumen terhadap eksistensi kraton Solo. Namun kabar terakhir arakan arakan kebo tetap ada, dijatuhkan malam berikutnya yakni malam jumat nya.

 

                      

Pakar Harokah Islamiyah ( Gerakan Pemuda Islam )  ust Arismunandar, membuat selingan pertanyaan sesuai judul diatas bersifat parsial saja, bukan inti dari kajiannya tiap malam Kamis yang telah berjalan beberapa waktu. Indikasi yang beliau ungkap adalah sebelum kepergian HRS ( Habib Riziq Syihab ) ke timur tengah terjadi hal hal yang cukup membahayakan HRS yakni :

1. Terjadinya bom mobil saat tabligh akbar nya di Cawang, sampai sekarang belum jelas proses
2. Adanya latihan aparat di seputar pondoknya di MM ( Mega Mendhung ) yang membuat kegalauan warga pondok & warga sekitar
3. Tembakan ke kediaman pribadi yang sudah mengarah kamar yang cukup privat ( pribadi )

Kemudian narasumber mengutip sebuah ayat yang terdapat dalam QSAl Anfal : 30

Dan tatkala sedang bermakar ( bertipu muslihat ) mereka dari orang orang kuffar ( musuhmu ) kepadamu ( muhammad ) untuk : membuimu/ memenjarakanmu, atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereke membuat makar, sedang Alloh SWT juga membuat makar dan Alloh SWT sebaik baik Pembuat Makar.

Dikuatkan dengan kisah Nabi Musa AS yang akan dieksekusi oleh Firaun tersebut dalam QS Al Qoshos 20-21

Dan datanglag seseorang dari penjuru kota sedang para pembesar negri ( pejabat ) sedang bermuktamar/ berunding tentang langkah untuk membunuhmu. Maka keluarlah ( wahai Nabi Musa AS ) , saya ini hanya sebagai penyampai nasehat saja ( ayat : 20 )

Maka keluarlah ( Musa AS ) dari kota Mesir dengan rasa takut, waspada siapa tahu ada yang menyusul  lalu menangkapnya. Ia yakni ( Musa ) sambil mengucap doa : Ya Alloh, selamatkan aku dari kalangan yang akan berbuat dholim kepadaku ( ayat 21 )

 

Kajian malam ini sebenarnya tentang strategi dalam dakwah Islamiyah agar tak kan pernah putus asa mensebarkannya meski dalam situasi yang cukup berbahaya. Karena malam ini adalam malam 1 Muharram 1439 H, maka memang topik tentang strategi cukup mendukung di saat memperingati 1 Hijriyah. Dengan demikian, hijriyah memang diantara pola dan model tatkala penyampai materi dakwah dalam keadaan akan terancam keselamatannya seperti yang pernah dilakukan oleh kanjeng Nabi Muhammad SAW tatkala direncanakan malam itu juga akan dihabisi, lalu terjadilah Hijrah dalam arti sebenarnya ke Madinah. Kejadiannya persis dengan pendahulunya, yakni malam itu akan terjadi eksekusi di rumah Beliau SAW yang akhirnya selamat di rumah tsb karena Imam Ali RA muda sebagai ganti ( pelaku ) di kamar dan tidur menggantikan pamannya ( N Muhammad SAW ) yang akhirnya berhijrah ke Yastrib ( Madinah ) bersama Abu Bakar RA.

Wallohu A’lam

Tulisan ini akan menyajikan tulisan berbahasa jawa, asli dari transformasi arab pegon jawa dari kitab fathul qorib yang disusun oleh alm KH Hamam Nasiruddin Grabag Magelang. Menyalin tulisan ulama ulama atau kiyai kiyai yang terlibat entah revolusi atau perang secara langsung dengan penjajah, memberi makna sendiri. Sentuhan penanya mengalir seiring ketajaman berpikir serta tawadhu’nya thd Guru dan Ilmu ( baca dinul islam ). Bisa jadi tentang teknologi mumpuni generasi sekarang, namun Guru Guru kita yang telah lewat mengalami masa yang benar benar dalam eforia penjajahan dan penguasaan  baik secara moril dan maetriil. Nama Hamam Nashiruddin sangat dikenal era dimasa kejayan Ulama dan Kyai Indonesia sedang gencarnya berusaha menekan penjajah, yg akan dilakukan Barat yg akan datang lagi via agresi ke-2. Ini juga terjemahan dari penulis Timur Tengah, lalu dite\ranslate ke dalam bhs Jawa dalam bentuk Arab Pegon. Hanya mereka yang alami tahun 80 an saat sekolah dasar, akan alami apa yang namanya ” arab pegon

Iki kitab nerangake soal Jihad, kang arani perang terhadap kafir kang dipandang mungsuh. Dasare karono ” Li’ilaai Kalimaatillahi ” utowo Ngelabuhi ( nggujengi agamane Alloh ). Temenne sumbere Islam iku agamone Alloh SWT iku ora sebab paksaan, utowo sebab kekejaman. Nanging sarono ” ajakan/ propagandha sarto pitutur kang bagus “.Ewo semono, saeneh poro kafir ono podho kang mungsuhi kaum muslimin lan ngusir songko papan padunungane. Koyo kang wes kedadeyan naliko zamane kanjeng Nabi Muhammad SAW karono sebab iku.Banjur Gusti Alloh SWT merintahake perang marang wong kang mungsuhi iku, karono dawuhe Alloh SWT :

Siro ( muhammad ) perangono wong wong kang podho merangi siro ( muhammad ). Kelawan berdasar karono ngelabuhi agomone Alloh. Nanging siro (muhammad ) ojo ngliwati bates, karono Alloh SWT iku ora remen marang wong kang ngliwati bates

Ewodene, perang iku ora wajib kajobo tinemu syarat syarate, koyo kang bakal katutur ing mburi Insya Alloh. Mulo bukane naliko zaman sakdurunge HIJROH, erang iku ora diparengake, karono Kanjeng Nabi SAW namung diperintah TABLIGH. Endar lan sabar soko permusuhane wong kuffar. Mkasude Ngluluth poro Kafir , rehne saweneh poro kafir ono sing memungsuhi.

Mongko, sakwise kanjeng Nabi SAW hijrah ning Madinah, Gusti Alloh SWT banjur marengake bertindak ” perang “. Mongko perang zaman sugenge kanjeng Nabi SAW iku hukume Fardhu Kifayah

2. Dene sakwise kanjeng Nabi SAW sedo, perang iku hukume kebagi dadi loro ( 2 ).

2.1. Fardhu Kifayah

Sak ora orane saben tahun kaum muslimin supoyo nindakake perang pisan po pindho. Karono Kanjeng Nabi SAW mulai nompo perintah perang, ing saben tahun iku ora tau gothang ( temtu perange ). Ing Hale manut tindakan nabi iku WAJIb, Gusti Alloh SWT ngendiko : Awalaa Yarouna…..Opo do ra mangerti, onone poro Kafir iku tansah podho difitnah ing saben tahun sak ora orane sepisan utowo ping pindho. Artine fardu kifayah iku WAJIB ing ngatase kabeh wong islam. mung wae menowo wus sebagian ummat islam kang nindakkake kanthi cukup cacah jumlahe miturut hajat ing wektu iku. Mongko lepas/ gugur kuwajiban mau songko iya liyane kang ora nindakkake. Kajobo menowo ing wektu ikuhajat mekso ambutuhake, koyotho golongan kafir iku nyerbu ing negorone ummat islam

3) Mongko wektu iku hukume jihad dadi bagian kang nomor loro. Yoiku Fardhu Ain, tegesse tumrap ing ngatase penduduk negoro iku, lan sekitare negoro mau kang sak masafatil qoshri/ kiro kiro 81 km, iku WAJIN MELAWAN gempurane poro kafir mau.

Dawuhe Alloh SWT : ora podho wong kang podho lungguh (nbegegeg ) ora podho perang, antarane kaum muslimin, lan wong kang podho perang karono ngelabuhi ( mbelo ) agomone Alloh SWT, sarono ngorbanake bondho lan jiwo rogone kajobo wong sing berhalangan. Alloh SWT njunjung derajate wong kang nindakkake perang, ngungkuli wong ingkang ora podho perang. Sedheng ing siji sijining golongan 2 mau, Alloh wes njanjekkake podho podho oleh kebagusan. Nanging Alloh ngluwehake/ munjuli ing wong kang podho tandang perang, ngungkuli ing wong kang ora melu perang kelawan ganjaran kang agung.

 

4)  Sakwuse terang, hukume perang iku fardhu kifayah, kajobo kahanan mbutuhake, salagine hukum iku iseh tetep fardhu kifayah, mongko kanggone wongkang dadi prajurit iku disyaratke :

4.1.  Islam,

Wong kang dadi tentara supoyo wong kang beragama islam. Dene wongkang ora islam, ora wajib perang. Senajan mengkono, tumrap kito iku, ora ono alane umpomo dijalukki pitulungan wongkang ora islam, sarono syarat dewekke iku iso dipercoyo, sanggup tunduk marang peraturan kang ditetepake ono ing siasat peperangan waktu iku. Sarto senajan dewekke iku ketingalan bagus terhadap tujuan kito. Karono Rosululloh SAW tau nolak wongkang ora islam songko barisan tentarane panjenengan lan ugo tau nompo wongkang ora islam melu dadi prajurit panjenengane.

4.2. Baligh/ Dewoso

Wongkang durung Baligh iku ora wajib perang, soko hadist Ibnu Umar ( Abdullah Bin Umar RA ) nate ngendiko, aku matur marang kanjeng Nabi Muhammad SAW nyuwun melu dadi tentara ing naliko perang Uhud sedheng aku naliko iku lagi umur 14 tahun. Ing kono aku ditolak/ ora diparengake dening panjenengane ( kanjeng Nabi SAW ). Bareng naliko perang Khondaq ( parit ) aku ugo daftarke diri melu dadi prajurit perang. Naliko iku umurku wes 15 tahun. Mongko aku ditompo dening panjenenganipun Rosululloh SAW.

4.3. Berakal Sehat

Wongkang ora sampurno akale iku ora wajib perang. Karono ora mukallaf ( nggowo beban kuwajiban ) hukume koyo bocah.

4.4.  Merdiko

Tumrape hamba sahaya ( budak ) ora wajib perang, dawuhe Alloh SWT : Siro kabeh podo nindakkake perang sarono ngorbanake bondho lan jiwo rogomu.

Budak/ hamba sahaya iku ora duwe kuwoso marang bondone lan awakke. Budak iku kalebu dawuhe Alloh SWT : kang intine senajan bendorone ( majikan ) akon, mongko ora dadi kewajibane.

4.5. Lanang

Wong wadon ora kuwajiban perang. Ngendikone Alloh SWT : Hai Muhammad ! siro nganjurake marang poro mukmin podho perang, nanging bojone wenang ngidzini marang wadone melu medan perang, karono ngladeni poro prajurit prajurit, koyotho soal : pangane, obat obatane, ngurusi wong wong kang podho gugur syahid, utowo nggowo surat hubungan lan sepadane. Mengkono ugo bocah bocah wus kuat bantu hal hal gegandhengan urusan perawatan, iku keno melu marang medan perang

4.6.  Sehat badane Tur Kuwat

Kanggo wongkang loro utowo cacat, koyotho pincang utowo wutho ( buta ) lan sepadane iku ora wajib perang mbeneri ngendikone Alloh SWT : Kanggone wong kang wutho utowo wong kang pincang, iku ora ono dosane ninggalake perang.

4.7.  Cukup Alat Alate

Opo dene sangune kang kanggo keperluane dewekke dewe lan kanggo keluarga kang dadi tetanggungane sak suwene perang. meneri dawuhe Alloh SWT
Ninggalake perang iku ora dosa tumrape marang wongkang : apes, podo loro/ sakit sakitan, lan wong kang ora mampu/ miskin “. Syarat mampu iku menowo ora ono jaminan songko pemerintah. Karono kuwajiban perang tumrap kaum muslimin iku ora gumantung marang anane jaminan soko pemerintah. Mulo umpanamne ono jaminan songko pemerintah, mongko kemampuan iku ora dadi syarat.

Kajobo syarat 7 kasebut, ugo disyaratke oleh idzine wong tuwone lan idzine wong kang ngutangi. Semono iku lamun prajurit mau iseh duwe wong tuwo utowo duwe utang. Karono sahabat Abu Said RA nate matur : Ono sawijining pemuda songko negoro Syam ( palestina saiki kiro kiro ), teko sowan ing Rosululloh SAW perlu arep nderek perang. Kanjeng Rosul SAW ndangu, opo sliramu iseh duwe wong tuwo ?. Matur pemuda mau : Ibu bapak kulo masih ( sugeng ). Rosululloh SAW ndangu malih : opo siro wes oleh idzinne Ibu Bapakmu ?. Matur pemuda wau : kulo mboten nyuwun idzin. banjur Rosululoh SAW dawuh ” siro muliho dhisik nyuwun idin ibu bapakmu menowo siro arep nindakkake perang/ jihad. Dene yen Ibu bapakmu ora ngidzini, becik siro ngladeni wong tuwomu mau.

 

 

Koplak Dua Bhiksu Myanmar

Masih sedikit agak kurang semangat menulis, cukup membawakan video lansiran you tube ini sajalah buat bahan renungan kejadian rohingya. Begitu dahsyatnya pengusiran, pembakaran pemukiman, pengintaian dengan helikopter mereka yang akan menyebrang ke Bangladesh karena dikejar tentara tentara atau militer Myanmar.

 

keanehan 2 bhiksu myanmar

 

Allohul Musta’an ‘Alaa Maa Militer Rohingya Yamkuruun