Feeds:
Pos
Komentar

Tak ada copy paste yang baik kecuali mencatat langsung apa yang didengar ataupun  dilihat atau disaksikan saat itu juga.  Yang dicatat meskipun acak atau tidak teratur tetap saja memberikan data yang baik, sebab asli dari pengamatan. dan kami curhkan dalam  Siasat Sederhana Itu Mencatat, adapaun perkara nanti masih ada olehan dengan uji atau anaisa awal, adalah persoalan lain dan diluar keaslian sebuah perolehan ( data ). Ada sebuah riwayat yang menjadikan ide untuk menulis dalam rangka melestarikan telaah/ kajian Sahih Bukhory yakni tentang mencatat atau menulis. Bagaimana Al Quran atau Al hadist sampai kepada generasi kapan pun bila tak ada tradisi mencatat ?. Diturunkan tulisan singkat ini dengan tema Siasat Sederhana Itu Mencatat.

Hadist 3060 Bukhory Ttg Pencatatan 

 

Berkata Imam Bukhory, Telah menceritakan kami ( Bukhory )  Muhammad bin Yusuf, telah menceritakan kami Sofyan, dari A’masy dari Abi Wail dari sahabat Khuzaifah RA telah mengatakan, berkata Nabi Muhammad SAW : Catatlah untukku mereka ( warga Madinah ) yang telah masuk islam. Kami ( khuzaifah RA ) telah mencatat sekitar 1500 personil dan kami diliputi ketakutan ( efek perang Ahzab ) meski jumlah sebanyak ini. Hingga didapati seorang saja takut meski dalam keadaan sholat.

Dari jaur lain tetap bersumber dari A’masy, yakni khabar yg dibawa dari Abdan dari Abi Hamzah : jumlah kami sekitar 1600 hingga 1700 personil.

Khuzaifah RA yang sering dikenal dengan Khuzaifah Al Yamani ( dari Yaman ) memang dikenal dekat dengan Nabi Muhammad SAW untuk urusan yang agak screet ( rahasia ), sehingga pendataan/ pencatatan seluruh personil yang ada saat itu menjadi perhatian Nabi SAW. Meskipun ada sumber lain yakni sekitar 1600 – 1700 personil yang sudah memeluk Islam, kekhawatiran nabi SAW memang amat beralasan karena sebagai insan biasa menghadapi koalisi Quraisy Makkah,  Yahudi Madinah dan Bani Ghotofan. Kalkulasi yang disebutkan sumber    INI    jumlah dari koalisi ini mencapai lebih kuang 10.000 pasukan. Keadaan yang amat genting itu, meskipun nantinya pasukan Muslim mendapat pertolongan berupa angin kencang yang membuat poranda pasukan musrik kolaisi itu, secara hakikat tetap membuat ketakutan tersendiri di kalangan muslimin. Bahkan Jhuzaifah RA menceritakan, rasa minder atau takut yang akut sempat melanda seluruh umat islam, manakala saat sholat sendirian, seperti matan / lafadz hadist diatas.

 

 

Pelajaran yang bisa dipetik, meski dalam keadaan damai atau aman 86, pencatatan apapun tetap dilakukan mengenai kepentingan apa yang diperlukan. Umumnya memang pemberi mandat akan memilih kalangan yang begitu dekat dan begitu nyata kedekatannya dengan yang meiliki ide pencatatan. Bilamana ada ada catatan penting yang diperlukan ( di hadist diatas jika ada korban yang wafat/ tewas ), maka dengan mudah Nabi SAW bisa mengecek via laporan yang diberi mandat ( perintah ).

Hikmah : Banyak kalangan entah sengaja atau tidak, sering didapati punya catatan khusus yang amat prinsip/ vital namun di lapangan justru menyembunyikan dengan pelbagai keperluan/ kepentingan. Ini adalah urusan kejujuran antara 2 pihak ( pemberi dengan pelaksana ), akan tetapi metode pencatatan apapun, adalah diantara shiroh/ uswah yang amat sangat diajarkan oleh Islam melalui utusan utama nya : N Buhammad SAW.

 

Allohu A’lam

 

 

 

Iklan

Berharap dengan tulisan ini bisa menjadi semacam bekal atau bahan muhasabah, mengingat situasi akhir akhir ini secara syariat relatif tenang. Akan tetapi lihat medsos atao sebaran WA, nampaknya jadi tanya secara hakikat. Wahhh, kembali lagi nih ke bahasan syariat & hakikat.  Sebuah hadist sahih dalam Kitab Jihad himpunan dari Sahih Bukhory dengan cukup panjangnya Imam Bukhory merealisasikannya dalam sebuah kitab sahih, dan 1 Bab dengan 1 Hadist saja yakni : Seseorang Minta Ditawan Atau Tidak Mau Ditawan Serta Sholat 2 Rekaat Sebelum Dieksekusi. Adapaun Nomor Hadistnya 3045 dan cukup panjang kisahnya, termasuk mengingatkan kejadian usai Perang Badar dimana jalur riwayatnya dari Abu Hurairoh RA, katanya :

Telah mengutus Rosululloh SAW 10 personil ( disebut juga 1 kelompok ) yang tegabung dalam SARIYAH ( pasukan yang Nabi SAW tidak ikut ), dan tugas mereka menjadi mata mata serta memerintahkan ‘Ashim Bin Tsabit Al Anshory RA.  Mereka ( Sariyah tsb ) bertolak menuju Hada’ah yakni antara Usfan dan Makkah yakni kawasan Bani Lihyan. Lalu Bani lihyan mengiim 200 pesonil untuk mengintai mereka ( sariyah tsb ) sambil menyusuri jejak jejak Sariyah tsb, hingga suatu ketika Bani Lihyan mendapati sisa sisa makanan berupa kurma kering dari Madinah. Bani Lihyan itu mengatakan ” ini kurma Madinah “. Tatkala rombongan Bani Lihyan mendapati ‘Ashim dan kawan kawannya ( 10 orang utusan Nabi SAW ), maka SARIYAH itu berlindung ke tempat yang tinggi serta mengepung ke-10 sahabat sahabat Nabi SAW ini.

Setelah pengepungan, berkata Bani Lihyan : turunlah kalian dan serahkan diri kaliyan dan buat kalian ada “ janji dan perjanjian “. Lalu ‘Ashym Bin Tsabit menjawab : Adapun saya , Demi Alloh saya tak akan turun dengan lindungan kaum kuffar, dan khabarkanlah tentang SARIYAH kami kepada Nabi Mu ya Alloh, lalu bani Lihyan menembak ( dengan panah ) ke rombongan SARIYAH dan kenalah 7 orang sahabat langsung tewas di tempat yang tinggi tersebut termasuk pimpinan rombongan ( ‘Ashym Bin tsabit RA yang masih ada hubungan kakek dengan sahabat Umar RA ), dan sisalah 3 oarang yakni Khubaib RA, Ibnu dainah RA dan seorang lagi tak disebut oleh Abu Hurairoh RA.

Setelah ke-3 orang yang tersisa tsb turun dan setuju untuk adakan janji dan perjanjian, ternyata dari 3 orang sahabat itu orang yak tak  disebut Aburairoh RA “ mogok ” yakni tak mau dijadikan tawanan. Mogoknya itu karena ada yang menyalahi janji, yakni Bani Lihyan mengikat mereka dengan tali busur. Org ke-3 ini sambil berteriak : waah kami ditipu, dan inilah pertama kali menyalahi perjanjian perang ( tawanan tak boleh diperlakukan seperti binatang spt diikat, diseret dll ). Lalu orang ke-3 ini karena mogok menjadi tawanan musyrik Makkah, akhirnya diseret dengan ikatan kuat lalu Bani Lihyan berhasil membunuhnya.

Lalu berangkatlah banu Lihyan sebanyak 200 pemanah itu dengan 2 tawanan ( Khubaib RA dan Ibnu Dainah RA ) menuju Makkah dan menjual nya sebagai tawanan, kenudian dibeli oleh Oleh Bani Harist Bin Amir Bin Naufal Bin Abdu Manaf ( masih ada kerabat dengan Nabi SAW ), dan kejadian ini sesudah Badar. Dan Abu Hurairoh RA jelaskan, Khubaib RA adalah pasukan yang berhasil membunuh Harist pada waktu perang Badar. Selanjutnya Khubaib RA tinggal di keluarga waris Harist Bin Amir Bin naufal Bin Abdi Manaf. Abu Hurairah RA lanjutkan kisahnya dari Ubaidilah Bin ‘Iyadh bahwasanya anak perempuan Harist mengkhabari tatkala kluarga Harist sedang berkumpul, Khubaib RA meminjam pisau cukur untuk mencukur ( bulu kemaluannya ), lalu Khubaib RA mengambil anak kecil dari bani Harist, lalu wanita itu katakan : wahh, saya lalai dan kemudian aku ( wanita/ ibu anak ini ) mendapati Khubaib RA mendudukkan anak itu di pangkuannya sedang tangan kanannya memegang pisau cukur, maka aku ( ibu anak itu ) terkejut dengan ketakutan yang sangat dan Khubaib RA tahu akan ketakutan yang sangat itu ( barangkali Khubaib RA akan balas dendam via anak itu ).

Tahu akan keterkejutan ini, Khubaib RA mengakatan ” tidak mungkin aku bunuh anak itu “. Wanita itu lalu katakan, Demi Alloh tidaklah aku mendapati tawanan yang baik hari itu sama sekali kecuali pada diri tawanan yang bernama Khubaib. Dan Demi Alloh, aku ( wanita ini ) pernah mendapati Khubaib RA makan buah anggur, sedangkan saat itu belum musimnya buah anggur di Makkah dan memang buah itu tak ada di makkah. Pasti ini rizqi dari Alloh SWT, dan bahwasanya ia ( khubaib ) saat itu dalam keadaan diborgol dengan besi.

Selanjutnya penduduk / Bani Harist Makkah akan mengeksekusi Khubaib RA dan membawanya keluar dari tanah Harom ( Suci ), lalu sebelum dibunuh Khubaib RA minta untuk dibiarkan sholat 2 rokaat, dan bani harist mengijinkannya lalu berkata Khubaib RA ” sekiranya kaliyan wahai penduduk makkah tidak menyangka bahwa tak ada di sisiku keluh kesah ” maka akan aku panjangkan sholat 2 rekaatku, dan ia Khubaib RA berdoa : Allohumma, Ya Alloh ” hitunglah jumlah mereka ” seraya BERMUNAJAT :

 

Lafadz Munajat Khubaib RA

  • Tidak Peduli Tatkala Aku Terbunuh Dalam Keadaan Islam
  • Disisi mana saja aku tersungkur Adalah Hanya Lillahi Maha A’lam ( maha tahu )
  • Dan demikianlah Dalam Dzatnya Alloh yang Dia Kehendaki 
  • Semoga Diberkahi sendi2 mana yang terkoyak ataupun dipotongi

Sesudah lantunan Munajat itu, terbunuhlah Khubaib RA dan ia yang mensunatkan sholat 2 rekaat kepada tiap muslim yang dibunuh begitu saja, lalu Alloh mengijabahi doa Ashym bin Tsabit RA, dan Nabi SAW mengkhabari tentang kematian pimpinan Sariyah tersebut. Dan Nabi SAW meneruskan kisahnya, orang orang kufar Makkah mengirim utusan untuk ( balas dendam ) dengan cara akan memotong motong jenazah Ashym Bin Tsabit RA untuk dibawa ke Makkah dengan potongan tubuh apapun ( sebagai bukti ) bahwa pembunuh Harist ini telah tewas di tangannya. Karena Ashym RA telah membunuh pembesar pembesar musrik makkah pada saat Perang badar.

Kemudian Alloh SWT mengirim mega/ awan di atas jenazah Ashym RA berupa kumpulan tawon ( sebesar mega/ awan ), sehingga melindungi tawon tawon ini terhadap jenazah Ashym RA yang akan dipotong potong serta  membuat takut warga musrik Makkah. Akhirnya mereka tak berhasil memotong motong jenazah Ashym RA apalagi membawa jenazahnya ke Makkah.

 

Wallohu A’lam

 

 

 

 

 

 

Pengajian malam kamis di forum ust Arismunandar DDI  ( Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia ) di Solo, beliau yang aktivis mantan peuang afganistan menyatakan : Aksi HRS kategori Bisa, yakni masuk kategiri Hijrah. Karena beberapa keadaan mengisyaratkan apabila tidak hijrah atau pindah, banyak madhorot atau musibah bila tetap berada di sini. Tentu jawaban ini bukan sembaranga dari insan yang pernah terjun di medan jihad dalam arti sebenarnya serta sekarang mengemban tugas di DDI yang telah dirintis alm. Dr HM Nasir sekaligus pendiri partai Masyumi. Partai yang saat itu terkenal kritis terhadap kebijakan presiden pertama RI. Momentum Hijrah kali ini di kota Solo cukup menarik ditandai : banyaknya kajian Islam semalam suntuk ( masjid Al Abror Gumuk ), masjid Istiqomah yang sudah rutin tiap malam Rabu dan malam Kamis, ditiadakannya arak arakan kebo turunan Kyai Slamet. Iseng iseng dan tanya warga yang akan keluar rayakan malam Suroan : kraton sedang berselisih berat terhadap penguasanya yakni antara Raja Muda dan raja Sepuh. Masing masing memang punya alasan & argumen terhadap eksistensi kraton Solo. Namun kabar terakhir arakan arakan kebo tetap ada, dijatuhkan malam berikutnya yakni malam jumat nya.

 

                      

Pakar Harokah Islamiyah ( Gerakan Pemuda Islam )  ust Arismunandar, membuat selingan pertanyaan sesuai judul diatas bersifat parsial saja, bukan inti dari kajiannya tiap malam Kamis yang telah berjalan beberapa waktu. Indikasi yang beliau ungkap adalah sebelum kepergian HRS ( Habib Riziq Syihab ) ke timur tengah terjadi hal hal yang cukup membahayakan HRS yakni :

1. Terjadinya bom mobil saat tabligh akbar nya di Cawang, sampai sekarang belum jelas proses
2. Adanya latihan aparat di seputar pondoknya di MM ( Mega Mendhung ) yang membuat kegalauan warga pondok & warga sekitar
3. Tembakan ke kediaman pribadi yang sudah mengarah kamar yang cukup privat ( pribadi )

Kemudian narasumber mengutip sebuah ayat yang terdapat dalam QSAl Anfal : 30

Dan tatkala sedang bermakar ( bertipu muslihat ) mereka dari orang orang kuffar ( musuhmu ) kepadamu ( muhammad ) untuk : membuimu/ memenjarakanmu, atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereke membuat makar, sedang Alloh SWT juga membuat makar dan Alloh SWT sebaik baik Pembuat Makar.

Dikuatkan dengan kisah Nabi Musa AS yang akan dieksekusi oleh Firaun tersebut dalam QS Al Qoshos 20-21

Dan datanglag seseorang dari penjuru kota sedang para pembesar negri ( pejabat ) sedang bermuktamar/ berunding tentang langkah untuk membunuhmu. Maka keluarlah ( wahai Nabi Musa AS ) , saya ini hanya sebagai penyampai nasehat saja ( ayat : 20 )

Maka keluarlah ( Musa AS ) dari kota Mesir dengan rasa takut, waspada siapa tahu ada yang menyusul  lalu menangkapnya. Ia yakni ( Musa ) sambil mengucap doa : Ya Alloh, selamatkan aku dari kalangan yang akan berbuat dholim kepadaku ( ayat 21 )

 

Kajian malam ini sebenarnya tentang strategi dalam dakwah Islamiyah agar tak kan pernah putus asa mensebarkannya meski dalam situasi yang cukup berbahaya. Karena malam ini adalam malam 1 Muharram 1439 H, maka memang topik tentang strategi cukup mendukung di saat memperingati 1 Hijriyah. Dengan demikian, hijriyah memang diantara pola dan model tatkala penyampai materi dakwah dalam keadaan akan terancam keselamatannya seperti yang pernah dilakukan oleh kanjeng Nabi Muhammad SAW tatkala direncanakan malam itu juga akan dihabisi, lalu terjadilah Hijrah dalam arti sebenarnya ke Madinah. Kejadiannya persis dengan pendahulunya, yakni malam itu akan terjadi eksekusi di rumah Beliau SAW yang akhirnya selamat di rumah tsb karena Imam Ali RA muda sebagai ganti ( pelaku ) di kamar dan tidur menggantikan pamannya ( N Muhammad SAW ) yang akhirnya berhijrah ke Yastrib ( Madinah ) bersama Abu Bakar RA.

Wallohu A’lam

Tulisan ini akan menyajikan tulisan berbahasa jawa, asli dari transformasi arab pegon jawa dari kitab fathul qorib yang disusun oleh alm KH Hamam Nasiruddin Grabag Magelang. Menyalin tulisan ulama ulama atau kiyai kiyai yang terlibat entah revolusi atau perang secara langsung dengan penjajah, memberi makna sendiri. Sentuhan penanya mengalir seiring ketajaman berpikir serta tawadhu’nya thd Guru dan Ilmu ( baca dinul islam ). Bisa jadi tentang teknologi mumpuni generasi sekarang, namun Guru Guru kita yang telah lewat mengalami masa yang benar benar dalam eforia penjajahan dan penguasaan  baik secara moril dan maetriil. Nama Hamam Nashiruddin sangat dikenal era dimasa kejayan Ulama dan Kyai Indonesia sedang gencarnya berusaha menekan penjajah, yg akan dilakukan Barat yg akan datang lagi via agresi ke-2. Ini juga terjemahan dari penulis Timur Tengah, lalu dite\ranslate ke dalam bhs Jawa dalam bentuk Arab Pegon. Hanya mereka yang alami tahun 80 an saat sekolah dasar, akan alami apa yang namanya ” arab pegon

Iki kitab nerangake soal Jihad, kang arani perang terhadap kafir kang dipandang mungsuh. Dasare karono ” Li’ilaai Kalimaatillahi ” utowo Ngelabuhi ( nggujengi agamane Alloh ). Temenne sumbere Islam iku agamone Alloh SWT iku ora sebab paksaan, utowo sebab kekejaman. Nanging sarono ” ajakan/ propagandha sarto pitutur kang bagus “.Ewo semono, saeneh poro kafir ono podho kang mungsuhi kaum muslimin lan ngusir songko papan padunungane. Koyo kang wes kedadeyan naliko zamane kanjeng Nabi Muhammad SAW karono sebab iku.Banjur Gusti Alloh SWT merintahake perang marang wong kang mungsuhi iku, karono dawuhe Alloh SWT :

Siro ( muhammad ) perangono wong wong kang podho merangi siro ( muhammad ). Kelawan berdasar karono ngelabuhi agomone Alloh. Nanging siro (muhammad ) ojo ngliwati bates, karono Alloh SWT iku ora remen marang wong kang ngliwati bates

Ewodene, perang iku ora wajib kajobo tinemu syarat syarate, koyo kang bakal katutur ing mburi Insya Alloh. Mulo bukane naliko zaman sakdurunge HIJROH, erang iku ora diparengake, karono Kanjeng Nabi SAW namung diperintah TABLIGH. Endar lan sabar soko permusuhane wong kuffar. Mkasude Ngluluth poro Kafir , rehne saweneh poro kafir ono sing memungsuhi.

Mongko, sakwise kanjeng Nabi SAW hijrah ning Madinah, Gusti Alloh SWT banjur marengake bertindak ” perang “. Mongko perang zaman sugenge kanjeng Nabi SAW iku hukume Fardhu Kifayah

2. Dene sakwise kanjeng Nabi SAW sedo, perang iku hukume kebagi dadi loro ( 2 ).

2.1. Fardhu Kifayah

Sak ora orane saben tahun kaum muslimin supoyo nindakake perang pisan po pindho. Karono Kanjeng Nabi SAW mulai nompo perintah perang, ing saben tahun iku ora tau gothang ( temtu perange ). Ing Hale manut tindakan nabi iku WAJIb, Gusti Alloh SWT ngendiko : Awalaa Yarouna…..Opo do ra mangerti, onone poro Kafir iku tansah podho difitnah ing saben tahun sak ora orane sepisan utowo ping pindho. Artine fardu kifayah iku WAJIB ing ngatase kabeh wong islam. mung wae menowo wus sebagian ummat islam kang nindakkake kanthi cukup cacah jumlahe miturut hajat ing wektu iku. Mongko lepas/ gugur kuwajiban mau songko iya liyane kang ora nindakkake. Kajobo menowo ing wektu ikuhajat mekso ambutuhake, koyotho golongan kafir iku nyerbu ing negorone ummat islam

3) Mongko wektu iku hukume jihad dadi bagian kang nomor loro. Yoiku Fardhu Ain, tegesse tumrap ing ngatase penduduk negoro iku, lan sekitare negoro mau kang sak masafatil qoshri/ kiro kiro 81 km, iku WAJIN MELAWAN gempurane poro kafir mau.

Dawuhe Alloh SWT : ora podho wong kang podho lungguh (nbegegeg ) ora podho perang, antarane kaum muslimin, lan wong kang podho perang karono ngelabuhi ( mbelo ) agomone Alloh SWT, sarono ngorbanake bondho lan jiwo rogone kajobo wong sing berhalangan. Alloh SWT njunjung derajate wong kang nindakkake perang, ngungkuli wong ingkang ora podho perang. Sedheng ing siji sijining golongan 2 mau, Alloh wes njanjekkake podho podho oleh kebagusan. Nanging Alloh ngluwehake/ munjuli ing wong kang podho tandang perang, ngungkuli ing wong kang ora melu perang kelawan ganjaran kang agung.

 

4)  Sakwuse terang, hukume perang iku fardhu kifayah, kajobo kahanan mbutuhake, salagine hukum iku iseh tetep fardhu kifayah, mongko kanggone wongkang dadi prajurit iku disyaratke :

4.1.  Islam,

Wong kang dadi tentara supoyo wong kang beragama islam. Dene wongkang ora islam, ora wajib perang. Senajan mengkono, tumrap kito iku, ora ono alane umpomo dijalukki pitulungan wongkang ora islam, sarono syarat dewekke iku iso dipercoyo, sanggup tunduk marang peraturan kang ditetepake ono ing siasat peperangan waktu iku. Sarto senajan dewekke iku ketingalan bagus terhadap tujuan kito. Karono Rosululloh SAW tau nolak wongkang ora islam songko barisan tentarane panjenengan lan ugo tau nompo wongkang ora islam melu dadi prajurit panjenengane.

4.2. Baligh/ Dewoso

Wongkang durung Baligh iku ora wajib perang, soko hadist Ibnu Umar ( Abdullah Bin Umar RA ) nate ngendiko, aku matur marang kanjeng Nabi Muhammad SAW nyuwun melu dadi tentara ing naliko perang Uhud sedheng aku naliko iku lagi umur 14 tahun. Ing kono aku ditolak/ ora diparengake dening panjenengane ( kanjeng Nabi SAW ). Bareng naliko perang Khondaq ( parit ) aku ugo daftarke diri melu dadi prajurit perang. Naliko iku umurku wes 15 tahun. Mongko aku ditompo dening panjenenganipun Rosululloh SAW.

4.3. Berakal Sehat

Wongkang ora sampurno akale iku ora wajib perang. Karono ora mukallaf ( nggowo beban kuwajiban ) hukume koyo bocah.

4.4.  Merdiko

Tumrape hamba sahaya ( budak ) ora wajib perang, dawuhe Alloh SWT : Siro kabeh podo nindakkake perang sarono ngorbanake bondho lan jiwo rogomu.

Budak/ hamba sahaya iku ora duwe kuwoso marang bondone lan awakke. Budak iku kalebu dawuhe Alloh SWT : kang intine senajan bendorone ( majikan ) akon, mongko ora dadi kewajibane.

4.5. Lanang

Wong wadon ora kuwajiban perang. Ngendikone Alloh SWT : Hai Muhammad ! siro nganjurake marang poro mukmin podho perang, nanging bojone wenang ngidzini marang wadone melu medan perang, karono ngladeni poro prajurit prajurit, koyotho soal : pangane, obat obatane, ngurusi wong wong kang podho gugur syahid, utowo nggowo surat hubungan lan sepadane. Mengkono ugo bocah bocah wus kuat bantu hal hal gegandhengan urusan perawatan, iku keno melu marang medan perang

4.6.  Sehat badane Tur Kuwat

Kanggo wongkang loro utowo cacat, koyotho pincang utowo wutho ( buta ) lan sepadane iku ora wajib perang mbeneri ngendikone Alloh SWT : Kanggone wong kang wutho utowo wong kang pincang, iku ora ono dosane ninggalake perang.

4.7.  Cukup Alat Alate

Opo dene sangune kang kanggo keperluane dewekke dewe lan kanggo keluarga kang dadi tetanggungane sak suwene perang. meneri dawuhe Alloh SWT
Ninggalake perang iku ora dosa tumrape marang wongkang : apes, podo loro/ sakit sakitan, lan wong kang ora mampu/ miskin “. Syarat mampu iku menowo ora ono jaminan songko pemerintah. Karono kuwajiban perang tumrap kaum muslimin iku ora gumantung marang anane jaminan soko pemerintah. Mulo umpanamne ono jaminan songko pemerintah, mongko kemampuan iku ora dadi syarat.

Kajobo syarat 7 kasebut, ugo disyaratke oleh idzine wong tuwone lan idzine wong kang ngutangi. Semono iku lamun prajurit mau iseh duwe wong tuwo utowo duwe utang. Karono sahabat Abu Said RA nate matur : Ono sawijining pemuda songko negoro Syam ( palestina saiki kiro kiro ), teko sowan ing Rosululloh SAW perlu arep nderek perang. Kanjeng Rosul SAW ndangu, opo sliramu iseh duwe wong tuwo ?. Matur pemuda mau : Ibu bapak kulo masih ( sugeng ). Rosululloh SAW ndangu malih : opo siro wes oleh idzinne Ibu Bapakmu ?. Matur pemuda wau : kulo mboten nyuwun idzin. banjur Rosululoh SAW dawuh ” siro muliho dhisik nyuwun idin ibu bapakmu menowo siro arep nindakkake perang/ jihad. Dene yen Ibu bapakmu ora ngidzini, becik siro ngladeni wong tuwomu mau.

 

 

Koplak Dua Bhiksu Myanmar

Masih sedikit agak kurang semangat menulis, cukup membawakan video lansiran you tube ini sajalah buat bahan renungan kejadian rohingya. Begitu dahsyatnya pengusiran, pembakaran pemukiman, pengintaian dengan helikopter mereka yang akan menyebrang ke Bangladesh karena dikejar tentara tentara atau militer Myanmar.

 

keanehan 2 bhiksu myanmar

 

Allohul Musta’an ‘Alaa Maa Militer Rohingya Yamkuruun

 

Sudah lama tidak ngeblog pasca kejadian Ahok, kali ini agak semangat berkenaan dengan berbarengnya jamaah haji indonesia ke Tanah Suci.  Siapa yang tidak menantikan bisa hadir dalam sholat Jumat di masjidl Harom Makkah, baik sedang umroh atau haji ?. Tentu inilah momen momen yang dinantikan selalu baik jamaah Umroh atau Jamaah Haji. Pahala atau Ganjaran…? wahh, mungkin sudah tak terpikirkan lagi. Apalagi Jamaah Haji, yang untuk Indonesia cukup dengan penantian yang panjang. Untuk jamaah Umroh ( seperti yang saya laksanakan di bulan februari lalu ). Pinginnya sih bisa sholat jumat 2 X di Makah, apa daya berangkat dari Indonesia hari sabtu, sementara transit awal di Madinah dahulu. Praktis bisa sholat jumat di masjidil haram hanya 1 kali dengan program 12 hari. Di Jeddah tiba dinihari, dan langsung melanjutkan perjalanan ke Madinah Munawwaroh yang menempuh waktu kurang lebih 5 jam, diperkirakan subuh sudah sampai bahkan jika berjalan lancar bisa lebih cepat sebab malam hari tanpa halangan berarti ( semuanya juga lancar sih jalur ke arah madinah dan makkah ).

klik untuk perbesar gambar

 

Karena sesuai judul, ditik beratkan di Makkah saja dahulu meski sebenarnya sempat 4 hari di Madinah, tak apalah. Sejak pukul 9.00 pagi jamaah sholat jumat sudah mulai berduyun duyun dari penginapan ( losmen, hotel, hingga hotel berbintang ) untuk mencari shof terdepan bila perlu bisa thowaf duluan.Alhamdulillan, saya masuk halaman Masjidil harom pukul 10.00 pagi dan ternyata sudah penuh space ka’bah sekelilingnya. Namun tetap bersyukur karena masih jelas melihat ka’bah, kalau tidak salah di lantai 2 bersama Bapak Iwan, jamaah dari Gowongan Jalan Magelang Jogja yang masih menjadi Pak RW setempat. Semabrai berdzikir, baca sholawat dsb dduklah seorang tinggi besar, usia sekitar 40-45 an disamping saya. Akhirnya bisa kenalan setelah masing masing sholat sunnah, serta terjadi dialog panjang dengan bahasa campuran arab dan inggris ” asal sambung “. Sayang lupa menanyakan mencatat namanya, yang jelas beliau dari Tunisia Afrika. Tunisia sudah menjadi negara muslim total yang sebelumnya memang terjadi jihad fi sabilillah karena pendudukan penjajah dari Eropa. Sekarang ” all of the moslems ” katanya, dan untuk urusan Haji dan Umroh, Tunisia mendapat kemudian luar biasa tidak seperti Mesir, katanya.

 

 

Kenapa diambil judul Inspirasi  Bacaan Usai Jumatan Di Makkah  ?, tak lain dan tak bukan di peristiwa penting inilah kesan itu muncul hingga sekarang dan sekarang selalu saya praktekkan setelah mendengar intonasi, lagu, dan wazan Qiroah dari salah satu Imam Besar masjid terbesar di dunia ini dengan Imam dan Khotin : Benda Belilla. Mungkin untuk perbandingan bisa dilihat di You Tub nya, profile nya karena belum sempat menanyakan ke Muadzin yang terlampau jauh jaraknya, karena tumpukan jamaah Jumat. Kalau boleh menyamakan, lagu yang Beliau pakai adalah Husaini dengan sedikit modifikasi yang terjadi 1 X saja, yakni pada saat membaca di rekaat kedua : Wa Athii’urrosuul, kelihatan sekali cengkukannya. Ini yang membuat terkesan dan sampai saat ini QS An Nur 54-57 itu menjadi bacaan favorit, insya Alloh sepanjang masa. Adapaun khutbahnya, bisa nangkap namun sepotong potong saja khususnya saat membaca hadist dan ayat Al Quran.

 

Obrolan Dengan Warga Tunisia

 

Dengan suara khas sedikit bass, memang terkesan khutbahnya agak berdengung meski sound system nya kelas dunia. Berbeda dengan madinah, relativ lebih tinggi dan lebih melengking, mudah dicerna. Jika dikembalikan ke peristiwa baru baru ini, yaitu pembubaran ormas islam yang selalu suarakan ” khilafah “, Naah di QS An Nur 54-57 itulah Alloh SWT justru akan menjajikan datangnya kekhilafahan serta subjek nya ( kholifah ) entah kapan waktunya dan yang pasti kebenarannya karena di ayat 55 : Diawali Alloh SWT sudah berjanji kepada mukminin yang sekaligus beramal shalih, DIA akan ( sungguh sunggub ) menjadikan kehilafahan di muka bumi, dengan Lam Taukid ( Lam pendek : yang artinya sepadan dengan Sumpah ), wallohu A’lam.

 

Khutbah & Imam Sholat Jumat Imam Bandar Balilla

 

Inilah kisah sepanjang hidup yang berkesan hingga saat ini, dan semoga para jamaah Haji tahun ini bisa memberikan data atau apapun caranya yang bisa dimanfaatkan karena ini adalah kejadian langka dan tak bisa diulangi lagi. Meski saya memakai HP china, namun alhamdulillah batteray HP sudah disiapkan hingga khutbah dan sholat jumat bisa terekam dengan sempurna. Untuk urusan gambar…? tentu dan sangat jelas tidak akan bisa, karena ada semacam larangan untuk ambil video saat sholat, kecuali dengan cara ” diakali ” yang hobinya orang atau jamaah dari Indonesia.

klik untuk perbesar gambar

 

 

 ——- Allohumma Baarik Wa Sallim Ilaa Saairil Jamaah Al Hujjaj Al Indunisiyya 1438 H/ 2017 M —–

Belanda yang berniat hancurkan masjid masjid di Indonesia, berakhir dengan pulang kampung dan Indonesia tidak lama setelah itu bisa merdeka meski kesinggahan sebentar via pendudukan jepang ( almukarom maemun zubeir). Islam terpaksa harus hengkang dari Spanyol Eropa, karena  mengubah lahan gereja menjadi masjid meski ratusan tahun berjalan damai disana. Bapak Gubernur DKI, yang notabene  non muslim mencoba uthik kutip 1 ayat saja via terjemahan serta tanpa ilmu yg cukup ketat dlm khazanah Islam, hasilnya ……?.

apel pasuruan.jpg

Boleh jadi jika yang mengucapkan itu kalangan biasa/ awam dan dipakai sendiri, insya Alloh masih lumrah dan biasa. Muslimin sendiri masih banyak yang demikian, disebabkan berbagai displin ilmu memang tidak bisa ditinggalkan begitu saja buat mengkaji Al Quran meskipun sekedar 1 ayat karena menyangkut diantaranya : bacaan/ Qiroah, sebab turunnya ayat, hikmah dibalik ayat, tinjauan bahasa/ lughoh, balaghoh/ sasteranya, Nasih Mansukh, Tafsir Ayat dengan Ayat ( ma’tsur ), Tafsir ayat dengan riwayat (hadist) dll yang memang tidak semua bisa dikuasai, kecuali memang ada beberapa kalangan yang oleh Alloh SWT diberi kemampuan ini. Dimana anda, kita, mereka yang mengaku muslim sudah kuasai bidang bidang itu.

Secara normatif, sebagai contoh : tetap ada hukum di dunia, misalnya  di bidang jalan raya yakni lampu merah harus STOP atau BERHENTI. Minimum tema bahasa sehari hari adalah seperti KUWALAT tetep ada lambat ataupun  cepat. bahkan Nabi Yusuf AS, diantara utusan Tuhan ( Alloh SWT) yang memperkenalkan sistem atasi krisis 7 tahun panen 7 tahun masa paceklik ( ada surah khusus bahas Nabi yang tampan ini yakni Surah Yusuf ).

Yang Lambat menurut ukuran akal manusia nanti di akhirat ( meskipun ini sebenarnya juga cepat dibandingkan matematika akhirat ). Yang tercepat masih mendingat buat peringatan, asal jangan mencoba dengan lakukan ” mubahalah “, hasilnya sangat terbukti dalam hitungan yang umumnya nampak dalam kurun 1 tahun bisa kurang atau lebih. Kenapa…?. Kedua belah pihak sudah nyatakan saling sumpah saling laknat dan membawa nama Alloh SWT. Ada baiknya lihat kisah nyata dalam Al Quran tentang Bal’am, bahkan seorang ulama besar yang mencoba melawan N Musa AS, akibatnya langsung saat itu dan bisa simak : DISINI.

Kisah inihukum mubahalah belum turun zaman taurat nya N Musa AS di kalangan bani Israil. namun siksa Alloh sangat cepat diantaranya : menjadi kera bahkan harus saling bunuh untuk sarana TAUBAT agar tidak panjang urusannya di saat meninggal dunia, alhamdulillah cara taubat bani Israil sudah tak berlaku buat ummat Nabi Muhammad SAW, cukup dengan ikrar, meminta ampun, tidak mengulangi kejadian atau perbuatan yang sama ( lebih ringan dan realistis ), mengganti dengan perbuayan yang lebih bagus.  Adapun  jika masih terulang…? Itu langsung dengan Alloh, karena DIA Maha Tahu mana ucapan serius atau main main.

Adapun MUBAHALAH, yang pernah terjadi berkenaan tidak percayanya kalangan nasrani akan kenabian Muhammad SAW, lalu utusan Alloh SWT ini diperintahkan untuk BERMUBAHALAH dengan turunyya QS Al Imron : 61 dengan kalangan yang ingkari status rosululloh ini dengan membawa masing masing keluarganya. Rupanya, kalangan nasrani sadar betul jika nekad lakukan MUBAHALAH, akan fatal akibatnya sebab secara de jure dan de facto : Muhammad adalah betul betul Nabi dab Rosul ( utusan ). Untung kalangan nasrani saat kedatangan Nabi SAW dan keluarganya, mereka mundur duluan. Andai jadi saling MUBAHALAH, habis sudah nasibnya saat itu ( kalangan nasrani )  dan detailnya bisa simak  : BERIKUT INI.

Bahasa Jawa sehari hari kita kenal : Ojo Moyok Moyokki, ndak kepoyok. Ojo Ngidak Idak, mengko malah Kepidak, Ojo Cedhak Kebo Gupak ( kalau yang ini agak jauhlah sambungannya ). Meskpun bapak Gubernur melecehkan ayat Al Quran walaupun 1 ayat, apakah siksa Alloh SWT turun…?  Wallohu A’lam, yang jelas mereka yang dengan sengaja mempermainkan ayat Al Quran baik muslim atau kafir, Alloh SWT akan perlihatkan kekuasaan Nya. Bisa jadi demo besar besaran kali ini, siksaan batin tersendiri buat orang nomor 1 di DKI ini. Lain halnya dengan Abu Thalib paman Nabi Muhammad SAW sekaligus besannya ( Imam Ali RA putra Abu Thalib adalah suami putri Nabi SAW yakni Fatimah RA ), meski hingga akhir hayat tetap dalam kekafiran , namun beliau tidak pernah mengganggu bahkan mencela ponakannya itu ( Muhammad ) yang menjadi Nabi/ Rosul bahkan mensuppott aktivitas ponakannya tersebut.

Wallohu A’lam Bis Showaab