Feeds:
Pos
Komentar

Pekan lalu penulis menemukan sebuah mushaf, mungkin bantuan (sosial) tercatat LPPI yang alami salah cetak. Untungnya pada lembar awal mengisyaratkan agar jika ada kesalahan cetak atau kesalahan baik sedikit atau banyak agar mengembalikan ke Penerbit. Ternyata nama penerbit pun tidak ada, ini yang cukup memprihatikan. Akan tetapi secara realitas, memang jamaah masjid setempat masih kurang ” care atau perhatian ” dengan penelitian, mungkin masjid lain juga begitu. Langsung saja saya laporkan ke Ktua Takmir setempat yakni Masjid Gede Telogo Ambarketawang Jogjakarta dengan tanda atau cetakan yang jelas sekali ada ” kekurangan “.

Mungkin secara ekonomis atau kekurangpahaman terhadap keaslian Al Quran, mushaf itu malah dikembalikan ke Masjid. Setelah tahu hal demikian ( saya hafal betul ciri mushaf ini ) meski jumlah nya ada bebarapa langsung saya ambil lagi, dan hingga tulisan ini turun belum kami konfirmasi lagi ke Pengurus dengan alasan kesibukannya diluar. Jikalau memang tidak sempat, insya Alloh akan kita urus ke pihak yang berwenang. Bila penerbit tidak ketahuan, akan kita teruskan saja ke Menag RI selaku pemilik wewenang utama. Yang penting secara prosedur sudah kami lakukan semua, yakni via Takmir dan sempat dibicarakan dalam sebuah rapat. Bisa jadi, ini memang gejala umum masjid masjid zaman moderen dimanapun, bilamana urusan pembangunan fisik akan bersibuk ria cari bantuan, proposal sana sini. Namun setelah ada laporan kekeliruan tentang mushaf, sama sekali kurang direspond. Bagaimana dengan tempat atau masjid atau mushola anda….??

us abu saad

Tak disangka pengajian dalam rekaman ini adalah pertemuan penulis dengan beliau almukarrom Ust Abu Saad Nurhuda yang wafat di bumi rantau Pekanbaru ( Riau ). Tiap malam kamis, yang menjadi sesuatu buat kami adalah bisa ikut kajian Sahih Bukhory nya di masjid Al Hasanah depan MIPA UGM. Saya mengetahui dari komunitas kajian Jogja yang timetable nya bisa diakses siapapun yakni dari adik ipar saya. Adik ipar ini sempat juga mengikuti hanya 3X  kalo tidak salah. Katanya, terlampau sulit diikuti terutama kalangan umum. Namun berkat adik ini pula, akhirnya bisa berkenalan dengan sang nara sumber Ust Abu Saad Nurhuda LC alumnus Darul Ulum Pakistan dan menurut informasi salah satu keluarganya beliau berada di Pakistan lebih kurang 9 tahun, waktu yang tidak sebentar buat kalangan Thullaab ( pencari ilmu ).

Peran Dan Andil ust Abu Saad Di Timur Tengah

Untuk ikuti kajian hadist Bukhory, memang disarankan minimal sudah bisa membaca Al Quran dengan lancar, sedikit pengetahuan tentang hadist. Jika didukung dengan pengetahuan bahasa arab meski sekelas pemula, sangat membantu sekali. Di awal awal bab, misalnya Jilid 1 pun Imam Bukhory sudah menorehkan tintanya dengan hadis yang cukup panjang ( kisah Heraklius/ Hiroqla ), sesuatu yang tidak lazim khususnya yang masih berkutat seputar pengajian umum, pengajian akbar, atau sejenis kuliah subuh apapun.  Meskipun basic kajiannya diselenggarakan oleh Salafy, demikian saya harus mengungkap, namun itu bukan masalah sebab yang jadi rujukan adalah kitab tersohih sesudah Al Quran menurut Qoul Mu’tamad ( Semacam Jumhur Ulama Sejak Dulu).  Sebeleumnya, kami mendapatkan hadist Bukhory untuk Jilid 4 kitab asli/ kuning edisi tahun 80 an yang belum ada penomoran. Kalo tidak salah, saya membeli usai lulus SMA, namun karena saat itu belum ada kajian di Jogja akhirnya deadlock selama kuliah di Jogja, di Solo pun juga belum stabil jadwalnya.

Tahun 2008 ternyata ada kajian di Solo, kebetulan diadakan oleh Masjid Al Abror Gumuk dengan narasumber kakak kelas di Al islam, ust Rahmad Syukur (sampai sekarang masih berlangsung) untuk tiap pekan mulai Jilid 2. Di Gumuk sudah khatam 2X, dan ini memakan waktu lebih dari 10 tahun untuk kajian 1X sepekan. Bisa dibayangkan, untuk khatam Bukhory memang seperti itu kecuali memang ada ponpes khusus yang tiap hari diadakan kajian, namun ini juga jarang mengingat keterbatasan narasumber.

Sesibuk apapun, jika sedang di Jogja dan jatuh hari rabu malam saya selalu menyiapkan buat kajan ust Abu Saad. Cirikhas beliau dalam sampaian, selalu mengurai para perowi satu persatu hingga Imam Bukhory. Akhirnya perbincangan, selalu menyinggung atau mengaitkan 4 imam besar ( Malik, Hanafi, Syafei, Hambali ). Knapa demikian…? Karena Imam Bukhory memang memperoleh dari beberapa murid Imam Imam Besar ini, jika dihitung berapa pahala yang mengalir….?. Bila kajian sudah ditutup, beliau selalu ringan waktu untuk menjawab pertanyaan yang saya ajukan, seputar yang dibahas dulu baru dikaitkan dengan sikon yang update atau terjadi secara realitas. Ini keunikan sendiri, karena kawan kawan dari Salafy sendiri jika ditutup waktu kajiannya, seperti kurang berani ajukan pertanyaan. Namun itu semua adalah biasa, hal ini buat kami adalah sesuatu sekali karena dapat ustad yang memang dari wilayah yang lebih dekat dengan dunia sahabat daripada di Indonesia. Bisa dikatakan, lebih pendek jalurnya daripada narasumber Indonesia ( Dalam rekaman usai penutupan kajian, adalah diantara pertanyaan penulis )

Bagai kilat di siang hari, Senin 2 hari lalu atau 15 Agustus 2016 menerima info WA grup SMA Al islam ada info ust Abu Saad wafat di pekanbaru ( malam kamis memang sempat berbicara seputar tiket yang agak melambung). Dan hasil browsing ternyata benar. Jenazah akan diberangkatkan Selasa menuju Jogja, karena sesuatu hal memang sedikit perlu waktu dan rencana akan di Jogja Rabu Siang. Alhamdulillah, kemarin saya sempat takziyah ke rumah di wilayanh Wirokerten Banguntapan Bantul, meski tidak menangi sholat jenazahnya. Sholat ghoib langsung saya laksanakan usai dengar khabar sebelumnya.

Terlepas masalah tragedi suriah atau konflik Palestina khususnya Suriyah yang masih tandatanya besar hingga saat ini dengan hadirnya ISIS, saya selaku murid tetap khusnudzon apa yang dilakukan almarhum : sesuatu yang besar dan dahsyat, sebab sudah tembus wilayah bebarapa konflik dengan usung bantuan sosial serta daerah bencana nasional di Indonesia. Teringat nasehat mulia almukarrom KH Sa’roni Ahmadi Kudusy, wong islam kudu rukun sejadjan omahe dewe dewe. Umat islam wajib rukun/ satupadu meski asal atau gerakannya macam macam (berlainan). Kyai sepuh ini justru dari NU wilayah Kudus. Inilah yang menjadikan saya, tidak pandang bulu siapa narasumbernya asal itu membahas sebuah kitab atau karya Ulama bukan persoalan prinsip. Sebuah pepatah bahasa arab katakan : ambillah hikmah di segala penjuru, dimana penjuru itu bisa mengeluarkan ( Khudzil Hikmah Fii Ayyi Wi’aain Khorojat ).

kajian terakhir abu saad malam kamis lalu di masjid UGM

Allohummaghfirlahu Warhamhu Wa;aafihi Wa’fu ‘Anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Adhilhul jannata Mastwaahu, Amin.

 

Minal ‘Abdil Faqiir Walaa Yazaalu Yathlubul Hadiitsas Sahiih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk pertama kalinya alumni keluarga besar madrasah Al islam Surakarta mengadakan halal Bihalal tahun ini di Bandung dengan agenda utama akan melaunching Moslem Mart yang akan bersanding dengan Indomart dan Alfamart yang sudah landing dan stabil duluan. Acara akan dipandu Mas Ir Eko Wahyudi, alumnus Al islam 82 sekaligu pernah mondok di ponpes Nirbitan Surakarta semasa alm. KH Abdussomad masih hidup (sugeng). Script Undangan berdasarkan copi WA grup Al islam sebagai berikut :

1. Halal Bihalal Alumni Al Islam Surakarta Seluruh Angkatan
2. Peresmian PT Haji Tani Indonesia
3. Peresmian Koperasi INDOKUPAT

Tempat Hotel Cipaku Garden Bandung

Demikian list undangan yang disampaikan buat seluruh alumni pelbagai angkatan

ttd

Ir Khoirul Eko Wahyudi

0

Tadi pagi tiba di Solo sekitar jam 02.00 dinihari, alhamdulillah relay mobil berfungsi dengan baik meski ada sedikit dag dig dug, maklum belum tahu benar fungsinya langsung dikaitkan dengan jenis lanpu bersorot terang. Saya disodori Undangan Reuni SMP Al islam Solo angkatan 1987 yang diadakan Ahad besok 3 Juli 2016 di Begalon ( markas besar saat sekolah dengan celana pendek ). Setelah bersalaman, entah karena apa tiba tiba saya dipesan, nanti kalo ngisi kultum habis shubuh pakai model cerita saja, apa hubungan dengan Yndangan Reuni….? Wahh bisa tidak kelar hingga besok bila bahas obrolan dengan Ibu yang sifatnya tiba tiba, maklum baru bangun daru tidur lalu membicarakan masalah akan datang, Ya weslah ngalah hingga shubuh tiba.

Eundangan reuni SMP 1987

Eundangan reuni SMP 1987


Inilah scrip suara sesuai arahan Ibu untuk isian kultum Subuh tang akhirnya molor hingga 25 menit an, BTW yang penting mustami’ tidak ngantuk, maklum saat maghrib pas buka puasa. Drfang habis subuh jika tidak ketat waktu bisa melebar.

Isian Atau Telaah Mimbar

Isian Atau Telaah Bacaan

Tema yang cukup menggelitik mengenai anjing dan kisah (meski agak singkat) seputar Nabi Nuh AS yang akhirnya menurunkan manusia manusia di bumi. Ada 40 pasang makhluq yang ikut bersama bahtera Nabi Nuh AS. Kenapa Anjing (asu : jawa) menjadikan landasan pembicaraan hingga sekarang, tutur Mbah Maemun karena anjing ini menyelisihi perintah nabi Nuh AS. Semua penumpang yang ada dalam kapal dilarang membuat keturunan, namun ditentang anjing. Anjing saat kawin, menghadap keluar, kapan kapan Nabi Nuh AS datang dan marah, si anjing bisa lari saat itu juga. Ada yang lucu, ternyata anjing saat kawin, tidak akan bisa lari hingga ada bunyi ” kaiing kaiing “………!!! Allohu A’lam.

Dalam bahasa atau pembicaraan sehari hari jika (tentu saja sebagian jawa), apabila keluar kata ” anjing atau asu “, konotasinya sudah sangat tidak bagus alias jelek. Jika kita masuk warnet warnet yang mulai jelang tengah malam rata rata isinya ABG hingga dewasa, bagian game online, sering kata kata ” asu ” ini terlontar. Saya hanya berpraduga, anak anak ini belum kenal sholat. Manakala sudah kenal sholat, insya Alloh bisa menahan meski bukan jaminan. Juga pada orang orang, misal di seputar thongkrongan anak anak muda di jalanan yang sedikit agak dijauhi orang yang mau mampir, tetapi akhirnya urung karena risih atau potensial resek (rusuh). . Kata ” asu ” akan sangat mudah sekali didengar, apalagi diselingi sedikit minuman yang bisa memabukkan.

Membenci anjing, salah besar karena ada hewan (nanti) akan masuk surga (anjing ashabil kahfi), sedang memeliharanya juga akan kontra dengan ajaran nabi Muhammad SAW. Dimana pahala orang memiliki anjing akan berkurang setiap hari. Inilah dunia (donya) kata Mbah Maemun, membenci juga salah dan menyukai bahkan banyak yang tidur dengan anjing juga serba salah. Di ceramah beliau yang yang lain, akeh wong gendeng atau gila mergo ngadepi donya. Podo rung weruh dalan dalan sing kudu ditengahi. Masih banyak belum mengerti jalan jalan tengahnya, akibat membenci sebuah kesalahan, mencintai juga sebuah kesalahan. …..Wallohu A’lam

Berikut script atau ceramah singkatnya

https://archive.org/details/MaimunZubeirKisahNabiNuh

 

Judul ini, diambil saat pengajian rutin almukarrom Dr. Hasan El Qudsy yang berkenaan dengan Surah Al A’rof 37-39. Meski tidak berkaitan langsung dengan ayat yang dimaksud, pemberian contoh nyata ini mengawali pembahasan berikutnya. Ayat yang dimaksud dalam Surah Al A’rof ini ini adalah :

 

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّـهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايٰتِهِۦٓ ۚ أُو۟لٰٓئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُم مِّنَ الْكِتٰبِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوٓا۟ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّـهِ ۖ قَالُوا۟ ضَلُّوا۟ عَنَّا وَشَهِدُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كٰفِرِينَ :

37. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: “Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?” Orang-orang musyrik itu menjawab: “Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,” dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

 

قَالَ ادْخُلُوا۟ فِىٓ أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ فِى النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ادَّارَكُوا۟ فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَىٰهُمْ لِأُولَىٰهُمْ رَبَّنَا

هٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلٰكِن لَّا تَعْلَمُونَ

38. Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”.

 

وَقَالَتْ أُولَىٰهُمْ لِأُخْرَىٰهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ فَذُوقُوا۟ الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ:

39. Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan”.

Selengkapnya pembahasan ayat ayat diatas, silakan simak live nya berikut :

doktor hasan dalam tafsir surah al a’rof 37-39

Barokallu Lakum, semoga manfaat, Amin

 

Berawal dari beberapa putra dan menantu almarhum KH Abu ‘Amar Jamsaren serta dibantu beberapa alumni Jamsaren (Kh As’ad), dan KH Ghozali Bin Hasan ustad, Al Islam mulai duduk berdampingan dengan organisasi yang saat itu berada, Muhammadiyah dan NU. Namun Al islam, berada disebelah mana…?? ini yang perlu masukan dan saran dan uraian, agar sejarah berdirinya Al Islam tersusun dengan rapi, mumpung sebagian keluarga pendiri masih ada meski dengan ingatan yang menyesuaikan (sudah sepuh sepuh)

Di tulisan ini, hanya akan penulis lampirkan skema keluarga besar Jamsaren yang file atau arsip kami temukan dalam bentuk ketikan manual dan cukup kusam. Rasanya merefresh data itu dalam bentuk digital, adalah sebuah keharusan. Pembaca dipersilahkan memberikan informasi yang diperlukan, mengingat flowchart/ diagram masih berupa ” grafis “, belum mengistaratkan bagaimana sejarah terbentuknya Al Islam serta kronologisnya. Yang penulis ketahui secara sekilas dari jalur alm KH Abdusomad Nirbitan, bahwa beliau menantu KH Abu ‘Amar yang sebelumnya murid di jamsaren. Putri jamsaren, yang dijodohkan dengan Abdussomad adalah Ummul Kirom, yang akhirnya menempati di kawasan Nirbitan. Lalu KH Ghozali di Nirbitan.

silsilah jamsaren_abu 'amar_2

Dari bagan ini menuju ke bawah, spt ini :

Dari Abu 'Amar ke Bawah

Dari Abu ‘Amar ke Bawah

Diagram diatas, salinan dari ketikan manual alm KH. Muh. Bilal Kauman, yang dengan segala keterbatasan saat itu, tetap sangat significant sekali sebagai sumber yang otentik.

skema jamsaren  by KHM Bilal (alm)

skema jamsaren by KHM Bilal (alm)

Abu 'Amar_Biography

Abu ‘Amar_Biography

NB : Klik Gambar Untuk Perbesar